Aspek Fisik/Bilogis Dalam Perkembagan Bahasa

Berbahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa ialah anugerah dari Allah Swt, yang dengannya manusia dapat mengenal atau memahami dirinya, sesama manusia, alam, dan penciptanya serta mampu memposisikan dirinya sebagai makhluk berbudaya dan mengembangkan budayanya. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan. Adapun aspek fisiologi yang penting bagi kehidupan manusia adalah otak (brain).

Perbedaan alat ujaran yang dimiliki manusia dengan hewan terletak pada alat penyuaranya. Alat-alat penyuara seperti paru-paru, laring, faring, dan mulut pada dasarnya sama dengan yang ada pada mamalia lainnya, hanya saja pada manusia alat-alat ini telah lebih berkembang. Struktur mulut maupun macam lidahnya juga berbeda. Akan tetapi, perbedaan lain yang lebih penting antara manusia dengan binatang adalah struktur dan organisasi otaknya.

Pada primat non-manusia, lidah simpanse mempunyai ukuran yang tipis dan panjang tetapi semuanya ada dalam rongga mulut. Bentuk yang seperti ini lebih cocok sebagai alat untuk kebutuhan yang non-vokal seperti meraba, menjilat, dan menelan mangsa. Lidah manusia yang proposional lebih tebal daripada lidah binatang dan menjorok sedikit ke tenggorokan memungkinkan untuk digerakkan secara fleksibel sehingga bisa dinaikkan, diturunkan, dimajukan, dimundurkan, atau diratakan ditengah.

Korteks serebral manusia terdiri dari dua bagian: hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Hemisfer kiri mengendalikan semua anggota badan yang ada di sebelah kanan, termasuk muka bagian kanan. Sebaliknya, hemisfer kanan mengontrol anggota badan dan wajah sebelah kiri.

Dengan fakta-fakta seperti dipaparakan diatas maka pandangan masa kini mengenai bahasa menyatakan bahwa bahasa adalah fenomena biologis, khususnya fenomena biologi perkembangan. Arah dan jadwal munculnya suatu elemen dalam bahasa adalah masalah genetik. Orang tidak dapat mempercepat atau memperlambat munculnya suatu elemen bahasa. Faktor lingkungan memang penting, tetapi faktor itu hanya memicu apa yang sudah ada pada biologi manusia.

4 Replies to “Aspek Fisik/Bilogis Dalam Perkembagan Bahasa”

  1. mengenai penjelasan anda bahwa bahasa adalah “fenomena biologis” seakan-akan bahasa muncul secara naluriah dengan sendirinya tanpa ada suatu upaya untuk pengembangan kemampuan berbahasa. bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini?

  2. trimakasih pertanyaan yang sangat bagus sekali.

    bahasa adalah fenomena biologis memang benar. dan bilogis seseorang pasti mengalami perkembangan walapun pada orang yang mengalami cacat organ, berarti tdk sempurna. seiring dengan perkembngan biologis itu maka bahasa kita juga mengalami perkembangan, disamping didukung dengan lingkungan.
    perlu diketahui bahwa semua itu adalah rahmat dan anugerah dari Allah swt. tinggal usaha kita mau mengembangkan bahasa kita atau tidak.

  3. bahasa adalah “fenomena biologis” emang benar. tapi pembentukannya tergantung dari beberapa aspek, salah satunya adalah lingkungan.susunan setiap organ manusia yang normal (sempurna) dimanapun dia berada..tapi lingkunganlah yang membentuknya..contoh yang sederhana pada film tarzan yang ketika bayi dipelihara oleh hewan (kera).

  4. dari pmklah bahasa adalah fenomena biologis,. sjauh mna bhasa d dpatkan dalm fenomena biologis tersbut ??
    pmklah jga mnybutkan bahasa mnglmi prkmbngan dn d dkung linkungan itu bnar trus usha qta dlam mnguasai bhasa tu sndri gmna ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *