Hypnoteaching dan Optimasi Pembelajaran

Oleh: MUHAMMAD THOHIR

(Dipresentasikan dalam Semiloka Peningkatan Dosen PTAI se Jawa Timur di Hotel Green SA Juanda (Jumat, 2/2/2012)

Pendahuluan

Sering dijumpai bagaimana mahasiswa larut dengan cara mengajar dosennya di kelas. Mereka sangat fokus dengan mata kuliah, memperhatikan ujaran dosen kalimat demi kalimat, aktif terlibat diskusi, mencatat materi, bahkan terenyuh, terkesima  atau  tertawa bersama. Kondisi demikian dapat terjadi karena mereka berada dalam hypnosis state, sebuah kondisi di mana pikiran dan perasaannya berada dalam kondisi ‘bawah sadar’ (sub-conscious/unconcious).

Sama halnya dengan seorang ibu yang hendak belanja keperluan dapur di sebuah toko, pasar atau swalayan, lalu dia sekilas membaca tulisan Big Sale 50%+30% Off. Dia pun beberapa detik terhenti, dan seorang pramuniaga menghampiri. Apa yang terjadi dan seberapa kuatkah dia berada di sana? Ibu yang awalnya hanya ingin membeli keperluan dapur, ternyata akhirnya membeli barang barang diskonan juga.

Dua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa manusia lebih banyak beraktifitas dalam kondisi sub-consciousnya. Sayangnya, justru mereka tidak menyadarinya, sehingga dibiarkan sia-sia dan justru berujung tidak tercapainya tujuan yang ingin diraih. Dalam konteks kelas, ada banyak guru dan dosen telah menguasai dengan baik materi yang akan diajarkan, mengkoleksi berbagai teknik dan cara mengajar, mampu menggunakan teknologi dan media, namun pembelajaran yang dilakukan belum berhasil optimal.

Berapa banyak tenaga pengajar yang tinggi ilmunya, namun gagal menciptakan kondisi kelas yang kondusif karena tidak mampu mengendalikan pelajarnya. Hal ini disebabkan karena kemampuan teaching skill saja tak cukup, jika tidak dibarengi dengan kemampuan komunikasi pembelajaran. Nah, seni komunikasi pembelajaran dalam kondisi sub-conscious mind itulah yang dimaksudkan dengan terma hypnoteaching.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *