7 Manfaat Hypnosis dalam Pembelajaran

Hypnosis dalam tataran parktisnya sangat variatif. Ada yang digunakan untuk hiburan (stage hypnosis), sampai ada pula yang digunakan untuk terapi.  Namun, masyarakat justru lebih banyak memahami praktiknya lewat hiburan, di mana suyet (orang yang dihipnosis) ditidurkan lebih dulu, lalu disuruh apa oleh yang menghipnosis. Padahal tidurnya suyet, bukanlah tidur sebenarnya, karena orang tidur malah tidak dapat dihipnosis.  Hipnosis merupakan seni komunikasi yang dilakukan pada saat gelombang otak (brain wave) berada pada level alpha-tetha. Di mana, setiap orang pada level tersebut akan meningkat sensivitas inderawi dan berpikirnya.

Lalu bagaimana jika hipnosis diterapkan di kelas. Sesungguhnya, banyak guru hebat adalah mereka yang telah menggunakan teknik-teknik hipnosis dalam membelajarkan siswa. Penerapan hipnosis di kelas bukanlah seperti menyulap siswa..CLINK..! langsung pintar. Bukan seperti itu, atau bukan pula seperti yang dilakukan oleh Rommy Rafael dan Kuya-kuya di televisi yang murni untuk hiburan. Aplikasi hipnosis di kelas lebih mengarah pada waking hypnosis (hipnosis dengan mata terbuka) dan berbagai teknik hypnotic conversation.

Penerapan hypnosis di kelas setidak akan memperoleh 7 manfaat sebagai berikut:

  1. Guru lebih mampu memahami berbagai permasalahan siswa melalui mekanisme  kerja pikiran bawah sadar siswa  sehingga dapat mengarahkan dan mencarikan solusi lebih cepat tanpa menimbulkan resistensi (penolakan).
  2. Guru lebih mudah menembus “critical area” pikiran siswa  serta menemukan ‘tombol’ motivasi belajar siswa dan mengaktifkannya.
  3. Guru lebih mampu menggali modalitas siswa-siswanya sehingga dapat meledakkan kemampuan visual, auditori dan kinestetik mereka secara luar biasa sesuai dengan learning style mereka.
  4. Guru memperoleh rahasia bagaimana membongkar  metal  block  yang membuat siswa malas belajar.
  5. Guru dapat menyisipkan perintah-perintah kepada siswa secara bawah sadar dengan menggunakan rahasia  Ericsonian Hypnosis.
  6. Guru dapat menjadi sosok yang lebih mampu membangkitkan rasa ingin belajar sehingga anak tumbuh menjadi individu yang membanggakan.
  7. Guru menjadi sosok yang dicintai dengan menciptakan daya magnetism sebagai pendidik profesional yang lebih banyak mengantarkan mereka berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *