Analisis Kontrastif (التحليل التقابلي)

Analisis kontrastif merupakan pendekatan dalam pengajaran bahasa yang menggunakan teknik membandingkan antara bahasa ibu (B1) dengan  bahasa sasaran (B2) sehingga guru dapat meramalkan kesalahan siswa, dan si siswa dapat segera menguasai bahasa yang sedang dipelajari.[1] Menurut pendapat lain analisis kontrastif adalah kegiatan untuk membandingkan struktur B1 dengan B2 serta langkah-langkah struktur B1 dengan B2, memprediksi kesulitan belajar, menyusun bahan pengajaran dan mempersiapkan cara-cara menyampaika bahan pengajaran.[2]

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa analisis kontrastif adalah membandingkan persamaan dan perbedaan antara bahasa ibu (B1) dan bahasa sasaran (B2). namun proses perbandingan ini hanya sebatas pada membandingkan unsur kebahasaan  yang ada dalam struktur kedua bahasa, baik dari faktor perbedaan gramatikal ataupun leksikalnya ataupun faktor kebahasaan lainnya.

Para penganut anakon (analisis kontrastif) mempunyai beberapa asumsi dasar sebagai berikut:

  1. Anakon dapat digunakan untuk meramal kesalahan siswa mempelajari bahasa asing atau bahasa kedua.
  2. Anakon dapat memberikan satu sumbangan yang menyeluruh dan konsisten dan sebagai alat pengendali penyusunan materi pengajaran dan pelajaran bahasa kedua secara efisien.
  3. Anakon pun dapat memberikan sumbangan untuk mengurangkan proses inteferensi dari bahasa pertama/bahasa ibu ke dalam bahasa kedua atau asing.[3]

Psikologi Behavioris mendominasi analisis kontrastif. Teori ini menyatakan bahwa kesalahan berbahasa dalam menggunakan B2 disebabkan oleh adanya transfer negatif atau interferensi B1 siswa terhadap B2 yang sedang dipelajari.

Istilah interferensi dan tranfer ‘pindahan’ dalam anakon adalah dua istilah ini akan selalu muncul di seluruh analisis. Perlu dibedakan antara interferensi dan transfer. Penggunaan istilah transfer dipergunakan untuk pindahan bahasa yang menyebabkan kesalahan karena bentuk-bentuk bahasa itu tidak sama atau penggunaannya tidak sama, sedangkan istilah interferensi pada penutur bilingual yang secara sadar dan familiar mengetahui dua bahasa tersebut.

Adapun tujuan analisis kontrastif  adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan wawasan tentang persamaan dan perbedaan antara bahasa pertama dengan bahasa kedua yang akan dipelajari.
  2. Menjelaskan dan memperkirakan masalah-masalah (yang timbul) dalam belajar B2, dan
  3. Mengembangkan bahan  pelajaran bahasa kedua untuk pengajaan bahasa.
  4. Membantu siswa untuk menyadari kesalahannya dalam berbahasa sehingga siswa dapat menguasai bahasa yang sedang dipelajarinya dalam waktu yang tidak terlalu lama.[4]

Bahasa itu berbeda antara satu dan lainnya, setiap bahasa memiliki sistemnya tersendiri untuk mengungkapkan segala ide atau fikiran. Dari konsep ini aliran behaviorisme struktural menekankan pentingnya analisis kontranstif antara bahasa ibu dengan bahasa sasaran.[5]

Mikrolinguistik adalah lingkup linguistik yang mempelajari bahasa dalam rangka kepentingan ilmu bahasa itu sendiri, tanpa mengaitkan dengan ilmu lain dan tanpa memikirkan bagaimana penerapan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.[6] Satu analisis kontrastif secara mikrolingustik disesuaikan dengan subsistem linguistik secara murni, yakni subsistem fornologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis dan subsistem semantik.

Analisis kontrasif makrolinguistik membandingkan unsur-unsur bahasa sebagai satu sistem isyarat. Makrolinguistik adalah lingkup linguistik yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan dunia luar bahasa, yang berhubungan dengan ilmu lain dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.[7]

Ada tiga bidang telaah bahasa yang menjadi liputan analisis makrolinguistik antara lain:

  1. Bidang yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi
  2. Bidang yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa linguistik dalam seting ektralinguistik
  3. Bidang yang berhubungan dengan penataan kebahasaan yang melampaui satuan kalimat

Dalam kaitan dengan anakon makrolinguistik, analisis teks berhubungan dengan bentuk-bentuk formal kebahasaan diatas kalimat dan analisis wacana behubungan dengan penggunaan bahasa.

Tokoh utama pelopor analisis kontrastif adalah Robert Lado. Ia memberikan prosedur dan langkah analisis kontrastif sebagai berikut:

  1.  Tempatkan  satu deskripsi struktural yang terbaik tentang bahasa-bahasa yang bersangkutan.deskripsi ini harus mencangkup tataran fonologi, morfonologi, sintaksis dan semantik.
  2. Rangkum dalam satu ikhtisar yang terpadu semua struktur. Ini berarti seorang linguis harus merangkumkan semua kemungkinan pada setiap tataran analisis bahasa yang diteliti dan dibandingkan.
  3. Bandingkan dua bahasa itu struktur demi struktur dan pola demi pola. Dengan perbandingan tiap struktur dan pola dalam dua sistem bahasa itu, orang dapat menemukan masalah-masalah dalam pembelajaran bahasa.[8]

 Analisis kontranstif sebagai satu pendekatan dalam pengajaran bahasa bahasa termasuk dalam linguistik terapan, artinya terapan ilmu bahasa dalam bidang praktis. Manfaat analisis kontranstif adalah dapat membantu kesulitan-kesulitan siswa dan  mengetahui kesalahan-kesalahan siswa dalam proses belajar B2.


[1] Mansur, Analisis Kesalahan. (Ende: Nusa Indah, 1989),18

[2] Tarigan,HG. Pengajaran Analisis Bahasa, (Bandung: Angkasa, 1990),59

[3] Jos Daniel Parera, Linguistik Edukasional, (Jakarta: erlangga, 1997) hal 105

[4] Pranowo, Analisis Pengajaran Bahasa,(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1996), 45-46

[5] Abdul Aziz, Psikolinguistik Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: Humaniora, 2009), 54

[6] Soeparno, Dasar-Dasar Linguistik Umum,(Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 2002), 21

[7] Soeparno,Ibid.,22

[8] JD, perera Ibid.,10

Sumber:  Diskusi kelas oleh Badi’atul Munawaroh, Zen Hendra Fahmi, Riska Anis Mubdiur Rohmah, Rifka Isyhabiddin.

3 Replies to “Analisis Kontrastif (التحليل التقابلي)”

  1. afwan ustad mau tanya, apa maksudnya اختیار المحتوى وتنظیمه pada silabus kelompok8, mohon pencerahan, dan bagian2 apa saja yg harus kami jelaskan?

    sukron jazakallah

    1. Mas Abidin, اختیار المحتوى وتنظیمه pada buku referensinya memuat tentang kajian analisis isi (content analysis) dan cara menyajikan/mengajarkannya. Hal ini penting utk dipahami sebelum nanti kita belajar tentang analisis wacana/تحليل الخطاب/discourse analysis. Kajian ini meliputi bahasan ttg cara memilih (1) language pattern/pola bahasa, dan (2) kosaka dan bentuk bahasa. Yang pertama meliputi kajian ttg dialek/lahjah, bahasa utk tujuan khusus (pendidikan, bisnis, wisata, ekonomi, dll), dan gaya ujar. Yang kedua meliputi kajian ttg sejauhmana ketepan leksikal (المعجم)nya dan gramatikal (النحو)nya. Secara leksikal (المعجم, misalnya, hrs dipertimbangkan bagaimana populer tdk sebuah kata, distribusi kata, mudah diingat, mudah diajarkan. Secara gramatikal (النحو), misalnya, perlu dipertimbangkan bgmn membuat struktur gramatika mulai dari yg basic/dasar. Dlm hal ini, nantinya, guru tdk berkutat pd bagaimana kejelian thd bahasa secara gramatikalnya, tp diharapkan juga pada pertimbangan situasi dan fungsinya.
      Yah… begitu seterusnya mas, yg jelas, analisis اختیار المحتوى وتنظیمه akan berpengaruh besar thd (1) target kompetensi/tujuan pembelajaran, (2) level materi/kurikulum, dan (3) durasi pembelajaran. 🙂

  2. Ass,Saya mau tanya,,saya menemukan kesulitan dalam memahami ” Distinguishing errors made by children and adults”, lingkup apa saja yang membedakan errors anak kecil dengan orng dewasa saat belajar bahasa inggris? dan dalam bahasa indonesia L1 itu contohnya apa?terimaksih,,sukron..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *