Teori Kondisional Klasik Pavlov

Teori condisional klasik, pertama kali di perkenalkan oleh Pavlov, yaitu seorag psikologi dan ahli fisiologi dari Rusia. Pavlov mempunyai nama lengkap Ivant Petrovich Pavlov, dilahirkan pada 14 September 1849 di Rusia. Ayahnya seorang pendeta bernama Petrus Demitriviech  Pavlov. Pavlov dikehendaki ayahnya untuk meneruskan jejaknya menjadi pendeta yang kemudian menempuh pendidikan di sekolah agama di Ryazan Ecclesiastical Seminary, Karna jiwanya lebih tertarik kepada penelitian, maka ditahun 1870 Pavlov di Drop Out dari Seminary. Dia lebih memilih belajar ilmu kedokteran dan mengambil  spesialisasi dalam bidang fisiologi. Pavlov mendapat hadiah nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran di tahun 1904 karena penelitiannya tentang kerja system pencernaan.

Saat Pavlov melakukan penelitian terhadap system pencernaan anjing, dia juga memperhatikan tingkah anjing tersebut. Sebelumnya Pavlov telah melakukan operasi terhadap kelenjar ludah anjing, sehingga memungkinkan bisa terlihat bila anjing mengeluarkan ludahnya. Anjing diletakkan dalam ruang tertutup, dan dibunyikan lonceng sebelum dikeluarkannya makanan, hal ini dilakukan scara berulang ulang. Melalui pembiasaan tersebut, meskipun hanya di bunyikan lonceng tanpa adanya makanan, anjing audah mengeluarkan makanan (anjing sudah bisa mengkondisikan dirinya).

Banyak istilah yang di gunakan Pavlov dalam penelitiannya, untuk makanan anjing Pavlov menggunakan istilah Unconditioned Stimulus (US). Unconditioned Stimulus (US) adalah suatu peristiwa yang menyebabkan suatu organisme memberikan suatu respon alami. Misalnya makanan anjing menyebabkan anjing mengeluarkan air liurnya, melihat seseorang yang dicintai hati merasa deg-degan dll. Untuk lonceng, Pavlov memberikan istilah Conditioned Stimulus (CS), lain halnya dengan makanan anjing tidak akan mengeluarkan air liurnya ketika mendangar bunyi lonceng.

Berdasarkan teori yang telah dilakukan oleh Pavlov dapat disimpulkan, bila Unconditined Stimulus (US) di satukan dengan Conditioned Stimulus (CS) dapat menimbulkan adanya Unconditioned Respon (UR). Contohnya makanan yang dikeluarkan setelah lonceng dibunyikan menyebabkan anjing mengeluarkan air liur. Kemudian karna adanya pembiasaan, hanya dengan lonceng saja(tanpa makanan) anjing telah mengeluarkan air liur (asosiasi telah terbentuk). Berdasarkan ini, maka CS dapat menimbulkan CR.

Secara psikologis, Conditioned Respont (CR) merupakan reaksi sebagai hasil belajar, tetapi Pavlov tidak tertarik pada masalah ini, dia lebih tertarik pada fungsi otak. Pavlov ingin memecahkan masalah tentang bagaimana CR itu dapat terbentuk. Eksperimen dilakukan berulang-ulang dengan berbagai fariasi.

  1. Ketika anjing lapar, lonceng (Conditioned Stimulus) dibunyikan, 30 detik kemudian makanan (Unconditioned Stimulus)dikeluarkan, anjing mengeluarkan air liur (Conditioned Respont).
  2. Percobaan diulang-ulang dengan jarak waktu 15 menit.
  3. Setelah diulang 32 kali, dengan bunyi metronome saja anjing telah mengeluarkan air liur dan bertambah deras ketika makanan di keluarkan.

Kesimpulannya adalah makanan (Unconditined Stimulus) disebut juga dengan pengukuh (Reinforcer), karena memperkuat CS dan menimbulkan respon lebih kuat.

Masalah selanjutnya yang ingin diselidiki Pavlov adalah apakah CR yang telah terbentuk dapat dihilangkan. Eksperimen yang dilakukannya memberikan kesimpulan

  1. CR yang telah terbentuk dapat hilang dengan perangsang yang mengganggu (hilang sementara).
  2. CR dapat dihilangkan dengan persyaratan kembali. Caranya sama dengan ketika manimbulkan CR, hanya saja tidak diberi Reinforcer).

Kesimpulannya adalah karena tidak ada Reinforcer (makanan) maka air liur tidak dikeluarkan.

Masalah lain yang diajukan Pavlov adalah, sejauh mana anjing bisa membedakan  macam-macam perangsang. Eksperimen dilakukan dengan menyuguhkan lebih dari satu perangsang. Kesimpulannya adalah anjing dapat membedakan dalam 2 atau 3 perangsang, untuk 4 perangsang anjing sudah kesulitan untuk membandingkannya.

Sumber: Diskusi kelas oleh Arum Tina Al Fitri | SabilarRasyad | Arifatul Mujahadah

5 Replies to “Teori Kondisional Klasik Pavlov”

  1. bagaimana teori pavlov ini diterapkan dalm proses pembelajaran? dalam pembelajaran makanan dn bunyi lonceng itu sebagai apa?

    1. Belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Aplikasi teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Adapun contoh aplikasi teori belajar behaviorisme menurut Pavlov adalah pada awal tatap muka antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru menunjukkan sikap yang ramah dan memberi pujian terhadap murid-muridnya, sehingga para murid merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan gurunya.
      lonceng di.ibaratkan sebagai gurunya (stimulus tak terkondisi). .

      mungkin sdikit itu saja dri saya mbk binti

  2. saya punya contoh tapi mohon dikoresi lagi yak 🙂
    contoh misal ada siswa baru namanya Dae Wong. saat dia pertama kali masuk sekolah guru menerimanya dengan senyuman dan pujian. belum ada dua minggu Dae Wong mintak ibunya diantarkan ke sekolah lebih pagi sambil berkata pada ibunya bahwa kelak dia akan atau ingin menjadi seorang guru. dari fragmen di atas tadi melukiskan bahwa adanya belajar responden dimana senyum dan pujian guru dapat ditafsirkan sebagai stimulus tidak terkondisi. tindakan guru ini mnimbulkan perasaan yang menyenangkan dalam diri Dae Wong yaitu suatu perasaan yang menyenangkan, dalam artian sebagai respon tak terkondisi guru dan sekolah yang sebelumnya itu netral, yaitu stimulus terkondisi terasosiasi dengan stimulus tak terkondisi dan menimbulkan perasaan menyenangkan yang sama.
    dari contoh di atas maka makanan itu sebagai perasaan yang menyenangkan sedangkan loncengnya sebagai pujian guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *