Plagiarisme Ciptakan Sarjana Copy Paste

Hadirnya jejaring maya seperti internet yang menyediakan mesin pencari informasi  baik di Google, YahooAsk, dan lain sebagainya menjadi jalan mudah melakukan praktik palgiarisme. Sebagai contoh, mahasiswa cenderung  melakukan copy paste (copas) info atau data tanpa menampilkan sumbernya. Hal semacam ini tidak dapat dibenarkan, kecuali mereka secara jujur mengungkapkan sumbernya dengan cara-cara ilmiah yang telah dibakukan.

Lebih jelas mengenai apa itu plagiarism, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  disebut sebagai penjiplakan yg melanggar hak cipta.  Deangan kata lain, itu merupakan perbuatan yang mengambil, menyalin, menduplikasi, dan sebagainya, karya orang lain dan menjadikannya karya sendiri tanpa sepengatahuan atau ijin sang pemiliknya.  Paparan dari  English Club.com yang dikutip oleh Sunyoto berikut ini dapat membantu apa saja yang termasuk plagiarisme:

1. Copy paste (copas) tulisan/artikel/posting milik orang lain yang diperoleh dari internet tanpa mencantumkan nama pemilik karya cipta tersebut.
2. Mengganti nama pemilik karya tulis dengan nama sendiri atau nama lain dalam tulisan yang disalin/disitasi.
3. Menyalin sama persis tulisan orang lain dalam tulisan yang kita buat, tanpa ada sedikitpun perbedaan kata.
4. Menggunakan ide milik orang lain berupa gambar, foto, video, audio, grafik, tabel  dan sebagainya tanpa mencantumkan sumber aslinya.
5. Menuliskan hasil penelitian orang lain dengan menggunakan kalimat sendiri tanpa mencantumkan sumber atau nama pemilik karya/hasil penelitian tersebut.
6. Membeli hasil karya orang lain kemudian menyebarluaskan hasil karya tersebut atas nama pribadi.
7. Mengubah hasil karya orang lain berupa tulisan tanpa seizin dari pemiliknya.
8. Dan masih banyak lagi contoh pencurian hak kekayaan intelektual orang lain berupa tulisan lainnya, yang tidak mencantumkan nama pemilik sahnya untuk kemudian disebar luaskan kepada orang lain.

Plagiarisme bak sebuah virus yang gampang menular dalam praktik akademik. Banyak para mahasiswa yang tidak menyadari bahwa kegiatan plagiarisme telah mengkerdilkan dirinya sendiri sebagai kader intelektual. Bagaimana tidak, jika ucapan kalimat itu sering diungkap atau ditulis sebagai cermin dari pikiran dan hati seseorang, maka perilaku plagiarisme bisa menjadi indikator mental penipu, tidak jujur dan  kerapuhan mental untuk menjadi diri sendiri.

Oleh karena itu, praktik plagiarisme harus dijauhi. Pengambilan informasi dari internet itu sah-sah saja, asal diutarakan dari jurnal dan buku apa yg telah dipublikasikan online. Sementara dari blog,  informasinya sering tidak memenuhi standar ilmiah, sehingga lebih banyak yang tidak bisa dijadikan rujukan. Kecuali, infromasi blog  itu berisikan tentang testimoni atau cerita fakta pengalaman pemilik blog, dan bukan berita fiktif atau hoax.

Jadi, virus plagiarisme ini tidak boleh dianggap sepele, karena di samping merupakan tindakan pelanggaran  hukum, dalam jangka panjang jika terjadi secara persistence dapat berakibat munculnya sarjana-sarjana copy paste  dengan karakter mandulnya intelektualitas dan kendurnya moralitas. (mt)

 

2 Replies to “Plagiarisme Ciptakan Sarjana Copy Paste”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *