Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Orang Non-Arab #Part 2

A. Pembelajaran Bahasa Arab

Pengertian pembelajaran adalah suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator untuk pembelajaran siswa. Dalam pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa, disatu sisi guru melakukan sebuah aktivitas yang membawa siswa kearah tujuan, lebih dari itu siswa dapat melakukan serangkaian kegiatan yang telah direncanakan oleh guru yaitu kegiatan belajar yang terarah pada tujuan yang ingin dicapai. Jadi pembelajaran bahasa arab dapat didefinisikan suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar bahasa arab dan guru sebagai fasilitator dengan mengorganisasikan berbagai unsur untuk memperoleh tujuan yang ingin dicapai.

Menurut KBBI edisi IV (2008: 23) dikatakan bahwa pembelajaran berasal dari kata dasar “ajar” yang ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi “pembelajaran” yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. Adapun kegiatan pembelajaran (al-ta’lim/ al-tadris) yaitu proses yang identic dengan kegiatan mengajar yang dilakukan guru sebagai arsitek kegiatan belajar agar terjadi kegiatan belajar. Bahasa merupakan fenomena social yang tak terlepas dari kehidupan manusia sebagai makluk social. Jadi sejak manusia ada telah belajar bahasa secara alamiah, khususnya bahasa keluarga yang diperlukannya untuk berkomunikasi dengan orang sekelilingnya.

B. Urgensi Bahasa Arab

1. Bahasa Arab adalah bahasa wahyu. al-Qur’an menyebutkan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu sebanyak 11 kali di antara bunyi Firman tsb adalah: “Sesungguhnya Kami turunkan al-Quran dalam bahasa Arab agar kamu mengerti”. (QS. Yusuf 2)

2. Bahasa Arab adalah Bahasa yang bersifat ilmiah dan unik. Di antaranya mempunyai akar kata (conjugation) yang bisa mencapai 3.000 bentuk perubahan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.

3. Bahasa Arab adalah Pemelopor peradaban. Sebab bahasa Arab digunakan di peringkat internasional selama 8 abad dalam bidang keilmuan, politik, ekonomi, dll.

4. Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an, tonggak peradaban dan merupakan bagian dari agama. Bahkan Imam Syafi’i mengharuskan setiap Muslim untuk belajar bahasa Arab.

C. Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab bagi orang Non-Arab

1. Orientasi religius, yaitu belajar bahasa Arab untuk tujuan memahami dan memahamkan ajaran Islam (fahm al-maqru’). Orientasi ini dapat berupa belajar keterampilan pasif (mendengar dan membaca), dan dapat pula mempelajari keterampilan aktif (berbicara dan menulis).

2. Orientasi akademis, yaitu belajar bahas Arab untuk tujuan memahami ilmu-ilmu dan keterampilan bahasa Arab (istima’, kalam, qiro’ah, dan kitabah). Orientasi ini cenderung menempatkan bahasa Arab sebagai disiplin ilmu atau obyek studi yang harus dikuasai secara akademik. Orientasi ini biasanya identik dengan studi bahasa Arab di Jurusan Pendidikan bahasa Arab, bahasa dan Sastra Arab, atau pada program Pascasarjana dan lembaga ilmiah yang yang lainnya.

3. Orientasi profesional praktis dan pragmatis, yaitu belajar bahasa Arab untuk kepentingan profesi, praktis atau prakmatis, seperti mampu berkomunikasi lisan (muhadatsah) dalam bahasa arab untuk bisa menjadi TKI, diplomat, turis, misi dagan, atau untuk melanjutkan studi di salah satu negara Timur Tengah dsb.

4. Orintasi idiologis dan ekonomis, yaitu belajar bahasa Arab untuk memahami dan menggunakan bahasa Arab sebagai media bagi kepentingan orientalisme, kapitalisme, imperialisme, dan sebagainya. Orientasi ini, antara lain, terlihat dari dibukannya beberapa lembaga kursus bahasa Arab di negara-negara Barat.

5. Intensifikasi dalam penerjemahan karya-karya berbahasa Arab, baik mengenai keilmuan dan keislaman kedalam bahsa Indonesia dan atau sebaliknya. Profesi ini cukuo menantang dan menjanjikan harapan, meskipun penerjemah belum mendapat apresiasi yang sewajarnya. Menarik kita sebagai mahasiswa Pendidikan bahasa Arab yang nantinya ingin konsentrasi penjurusan nya dibidang penerjemahan, agar bisa membantu memepercepat kemajuan peradaban Islam adalah adanya gerakan penerjemahan besar-besaran, sperti pada masa Harun al-Rasyid (786-809M) dan al-Ma’mun (786-833). Gerakan penerjemahan ini disosialisasikan dengan ditunjang oleh adanya pusat riset dan pendidikan seperti Bait al-Hikmah (Wisma Kebijaksanaan).

D. Pembelajaran Bahasa Arab bagi orang Non-Arab

Dalam pemerolehan bahasa terdapat beberapa tahap yang harus dipenuhi, antara lain al-Ta\’aruf (Perkenalan), al-Isti\’ab (Penyerapan), dan al-Istimta\’ (Penggunaan Bahasa). Sedangkan dalam pembelajaran bahasa arab untuk orang non-arab, secara aplikatif ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Perencanaan

a. Perencanaan pembelajaran bahasa arab bukanlah perkara yang kecil, sebaliknya merupakan hal yang besar yang tidak bisa dijalankan dan berkembang kecuali oleh lembaga-lembaga besar milik Negara.

b. Perencanaan juga harus dilakukan secara ilmiah, menentukan maksud dan tujuan, menentukan metodologi penelitian, dan evaluasi yang jelas.

c. Keberadaaan lembaga-lembaga serupa sangat bermanfaat karena akan ada kompetisi yang membuat pembelajaran lebih baik.

2. Pemilihan Komponen pembelajaran

a. Permasalahan yang ada dalam pembelajaran bahasa Arab bagi orang non-Arab adalah belum adanya pedoman pembelajaran, kalaupun ada masih dalam tahap penelitian.

b. Apabila tujuan pembelajaran telah ditentukan, maka komponen yang ada dalam tujuan tersebut harus ditetapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Pemilihan Pola Pembelajaran

a. Pada umumnya, pembelajaran bahasa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: pemula (al-mubtadi\’ah), menengah (al-mutawassitah), dan Lanjut (al-Mutaqaddimah).

b. Pola pembelajaran pada tingkat pemula menggunakan Common Core pada bahasa resmi (Fusha). Sedangkan pembelajaran bahasa Amiyah dilakukan dengan hubungan langsung (Mubasyarah) dengan orang arab.

c. Pada tingakatan menengah dan lanjut mulai dikolaborasikan antara bahasa fusha tekstual dan fusha modern untuk lebih mengembangkan intelektualitas pembelajar.

d. Pada tingkatan lanjut (al-Mutaqaddimah) pembelajar mulai diarahkan untuk mempelajari bahasa arab melalui suatu disiplin ilmu sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa arab.

e. Pemilihan pola pembelajaran harus didasarkan pada Analisis kontrastif Bahasa Arab dengan Bahasa yang paling banyak digunakan oleh pembelajar.

f. Materi pembelajaran harus berdasarkan atas pentahapan periodic, sesuai dengan kondisi masyarakat yang akan dihadapi oleh pengajar.

g. Penggunaan kamus monolingual (arab-arab) sangat dianjurkan, karena hal ini akan mempercepat kemajuan pembelajaran bahasa arab bagi orang non-arab dibandingkan dengan menggunakan kamus dwilingual.

4. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran

a. Pelaksanaan pembelajaran bahasa arab bagi orang non-Arab disamakan dengan pembelajaran Bahasa Arab bagi orang arab sebelum para ilmuan Linguistik terapan dan Sosiolinguistik melakukan harmonisasi dan disesuaikan dengan teori dari kedua disiplin ilmu tersebut.

b. Setelah modernisasi pendidikan, pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai media seperti labolatorium bahasa, media audio-visual, computer, dan lain sebagainya yang mendukung program pembelajaran dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

5. Persiapan Pengajar (guru)

a. Tidak semua pengajar bahasa arab dapat mengajar bahasa arab untuk orang non-arab, maka dari itu diperlukan persiapan khusus sebelum mengajar bahasa arab bagi orang non-arab.

b. Pengajar harus mengetahui bahasa arab secara umum, baik sejarahnya, pola-polanya, sumber-sumbet teksnya, dan penggunaannya dalam komunikasi.

c. Pengajar juga harus mengetahui linguistic terapan yang berhubungan dengan metode pengajaran bahasa arab untuk orang non-arab.

d. Pengajar harus melakukan evaluasi secara berkala terhadap metode, bahan ajar, dan media yang digunakan dalam pembelajaran.

Wa Allahu a’lam bi al-Shawab.

Sumber: Hasil Resume Kel. 7, oleh: Citra Puspita Maulida | M. Muhyiddin | Astret Maulana Malik | M. Zakki Amrulloh

2 Replies to “Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Orang Non-Arab #Part 2”

  1. assalamua’alaikum

    saya sudah sejak lama ingin belajar bahasa arab.. selain ingin memperbaiki pengucapan, saya juga ingin tau arti ayat2 Al-Quran yang saya baca.
    untuk itu mohon informasi tempat belajar bahasa arab di Surabaya

    wassalamu’alaikum

    1. Alaikumsalam, alhamdulillah, berbahagialah karena anda menyukai bahasa Arab… coba anda kunjungi Madrosatul Alsun, Jl Mayjen Sungkono no 5 Sidoarjo (utara Alun2 Sidoarjo), tidak lebih dr 1 jam perjalanan dr surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *