Desain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab

Desain Evaluasi merupakan salah satu bagian dalam proses  siklus desain pembelajaran. Desain Evaluasi terdiri dari dua kata yaitu desain dan evaluasi. Desain menurut Herbert Simon berarti proses pemecahan masalah. Suatu Desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat linier yang di awali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rancangan untuk merespons kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut di uji cobakan kemudian dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil efektivitas rancangan (Desain) yang disusun.[1]

Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value “nilai”. Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan data dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran. Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.[2] Pada dasarnya evaluasi mencakup dua hal yaitu mengukur dan menilai.

Berdasarkan dua penjelasan tentang makna desain dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa desain evaluasi merupakan rancangan dalam suatu proses  penilaian dan pengukuran dengan tujuan memperbaiki sistem pembelajaran. Desain evaluasi harus sesuai dengan, serasi, dan selaras, dengan desain materi/bahan ajar, desain elemen kompetensi/hasil belajar, desain strategi/metode/ teknik pembelajaran. Ini mutlak penting agar kejujuran terpelihara dan kejujuran menjadi ruh dalam pembelajaran.[3]

Kriteria tes yang baik adalah apabila tes yang disusun memiliki karakteristik tes yang baik, yaitu valid (validitas isi, konstruk, maupun face validity), reliable, dan praktis.[4] Menurut Purwanto Butir tes yang baik adalah butir yang mempunyai tingkat kesukaran yang sedang, daya pembeda yang tinggi, dan pengecoh yang berfungsi efektif.[5]

Tahapan Penyusunan Soal (Tes) Bahasa Arab untuk menghasilkan suatu tes yang valid dan reliable, maka pembuat tes atau guru dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Tahap Pertama adalah tahap persiapan yaitu guru atau pembuat tes melakukan kajian terhadap kurikulum bahasa Arab dan buku pedoman pelaksanaan kurikulum untuk mata pelajaran bahasa Arab.
  2. Tahap kedua adalah pemilihan materi tes.
  3. Tahap ketiga adalah menentukan bentuk dan jenis tes.
  4. Tahapan keempat menentukan jumlah butir tes. Perihal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah butir tes adalah alokasi waktu yang tersedia untuk penyelenggaraan tes.
  5. Tahap kelima adalah menentukan skor.
  6. Tahap keenam adalah membuat kisi- kisi. Kisi- kisi merupakan panduan dari guru dalam menyusun atau mengembangkan suatu tes.
  7. Tahap ketujuh adalah menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi.
  8. Tahap kedelapan adalah uji coba tes yang telah disusun. Idealnya, sebelum tes (soal) diberlakukan kepada siswa, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. [6]

Penilaian dalam pelajaran bahasa Arab tetap harus mengacu pada empat standar kompetensi(SK) yang diatur dalam PERMENAG 2008 di antaranya adalah standar kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat SK tersebut harus di ujikan oleh seorang guru bahasa Arab secara komprehensif agar tingkat validitas penilaian dapat mencerminkan kemampuan seorang siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Mengingat standar kompetensi yang ada pada pelajaran bahasa Arab ada empat maka sudah seharusnya soal bahasa Arab yang akan diujikan terdiri dari keempat unsur standar bahasa.[7]

Tes merupakan alat ukur dalam proses evaluasi. Ruang lingkup tes bahasa dikategorikan menjadi dua yaitu tes komponen/unsur-unsur bahasa dan tes keterampilan bahasa.

Tes unsur-unsur bahasa yaitu Tes ashwat, Mufrodat , tarkib/ qowaid (tata bahasa), sedangkan tes keterampilan bahasa yaitu Tes keterampilan istima’(mendengar), kalam (berbicara), qiro’ah (membaca), kitabah (menulis).


[1] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada, 2008), 65-66

[2] Isa Ansori, Perencanaan Sistem Pembelajaran, (Sidoarjo: Muhammadiyah university Press, 2009), 70

[3] Bermawie Munthe, Desain Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009), 88

[4] H. M. Abdul Hamid, M.A. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 20

[5] Dr. Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), 97

[6] Dr. M. Ainin dkk, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab,(Malang: MIKYAT, 2006), hal. 94-97

[7] Taufik MPd.I, Pembelajaran Bahasa Arab MI (Metode Aplikatif dan Inovatif Berbasais ICT), (Surabaya: PMN Surabaya, 2011), 171

Sumber: Diskusi kelas oleh kelompok 5: Badi’atul Munawaroh, Imawati, Lailul Mufidah, Muhammad Rondi,             Muhammad Najib.

One Reply to “Desain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *