KULIAH PERDANA YANG MENGESANKAN

Kuliah Perdana Prof. Dr. H. Nur Syam

Tanggal 10 September 2018 adalah hari pertama masuk kuliah Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel. Dua hari-sebelum perkuliahan dimulai kami ber-empat mahasiswa baru Program Doktoral Prodi Dirosah Islamiyah Kelas Reguler mendapat informasi jadwal kuliah dari Kaprodi kami Dr. Hamish Syafaq, M.Fil.I

Saya dan 3 teman saya (Dek Ainun Syarifah, Pak Faishal Aqil Munawwar dan Pak Mirwan) mulai menyiapkan diri untuk masuk kuliah setelah masa-orientasi mahasiswa baru pada tanggal 27 Agustus 2018.

Tepat tanggal 10 September 2018, kami masuk kuliah perdana. Mata kuliah kami pagi itu adalah Paradigma Ilmu Sosial, Humaniora & Agama. Matakuliah ini merupakan ilmu baru bagi kami ber-empat, karena dua dari kami merupakan orang pendidikan dan dua lainnya adalah orang Syariah/Hukum Islam.

Dosen pengampu mata kuliah Paradigma Ilmu Sosial, Humaniora & Agama di kelas kami adalah Prof. Dr. H.Nur Syam, M.Si. Beliau merupakan mantan Rektor di IAIN Sunan Ampel. Beliau menjabat sebagai Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya periode tahun 2008-2012.

Bagi Prof. Dr. Nur Syam kiprah di lingkungan perguruan tinggi, bukan hal baru, karena sebelum menjabat sebagai Rektor IAIN Sunan Ampel, sejak tahun 1988, beliau telah mulai berkecimpung pada dunia pendidikan tinggi di lingkungan IAIN Sunan Ampel sebagai asisten ahli madya hingga menjadi guru besar pada tahun 2005.

Sementara jabatan struktural beliau dimulai tahun 1989 sebagai Plh Ketua Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, Tahun 1991 menjadi Ketua Laboratorium Dakwah pada Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, Tahun 1996: Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) pada Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, Tahun 2001 Sekretaris Kopertais Wilayah IV (Jawa Timur, Bali, NTB, NTT), Tahun 2005 Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, dan tahun 2008 sebagai Rektor IAIN Sunan Ampel.

Kemudian pada tahun 2012 beliau menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam dan dilanjutkan pada 2014 menjabat sebagai Sekjen Kemenag RI.

Kembali pada cerita kuliah perdana saya di S3 UIN Sunan Ampel. Kuliah jam pertama dimulai pada pukul 07,30 Wib. Pada malam sebelum kuliah, Kaprodi Dirosah yang baik hati, Dr. Hamish Syafaq, M.Fil.I mengirim pesan via WA, yang isinya mengingatkan kepada kami bahwa besok pagi adalah waktunya kuliah perdana bersama Prof. Dr. Nur Syam pada pukul 07.30 – 09.30 Wib.

Pagi itu, saya berhasil masuk kelas paling awal setelah berjuang melawan kemacetan dari Sidoarjo ke Surabaya. Saya masuk kelas hampir bersamaan dengan rawuh-nya Prof. Dr. Nur Syam ke dalam kelas kami, di susul Dek Ainun Syarifa. Subhaanallah,  beliau memulai perkuliahan tepat waktu, meskipun mahasiswa baru berdua, kuliah sudah dimulai. Ketiga teman saya baru masuk setelah 5 menit berlalu. Karena hari senin adalah hari yang super macet untuk jalur Sidoarjo – Surabaya.

Pada hari pertama tersebut kami merasa terkesan dengan model perkuliahan Prof. Dr. Nur Syam. beliau meminta kami untuk aktif membaca buku. Tugas perdana kami adalah mensarikan hasil membaca buku karya beliau dalam sebuah artikel dan harus diupload di blog agar bisa dibaca juga oleh khalayak.

Al hamdulillah tugas perdana kami sukses kami selesaikan. Pada pertemuan ke dua tanggal 17 September 2018, kami mengumpulkan tugas perdana kami berupa hasil membaca buku “Islam Pesisir” karya beliau.

Setelah memeriksa tugas kami. Beliau mengatakan, “hasil tugas anda masih perlu diperbaiki, karena masih terkesan seperti memindah pikiran saya dalam tulisan anda. Namun, Alhamdulillah beliau mengatakan, “tugas saudari Umi Hanifah sudah bagus dan bisa diuplaod di blog. Alhamdulillah.. Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, “yang masih perlu diperbaiki saya kasih nilai B+ dan yg sudah bisa diupload di blog saya kasih nilai A-.

Kami menerima arahan dan kritikan beliau dengan senang. Karena kami merasa sangat membutuhkan ilmu dan pengalaman pengalaman penting beliau dalam berkiprah di dunia pendidikan terutama pengalaman beliau dalam menulis beberapa karya monumental.

Tugas pertama kami harus diupload di blog. Saya yang sudah lama tidak aktif di blog semenjak ada WhatsApp dan Facebook, karena saya merasa diskusi dengan mahasiswa saya lebih praktis dan mudah via WhatsApp.

Dengan model perkuliahan Prof. Dr. Nur Syam tersebut, akhirnya saya dan teman teman sekelas kembali mengaktifkan blog untuk mem-publish karya hasil membaca dan mereview buku buku, tugas dari Prof. Dr. Nur Syam.

Sungguh luar biasa pengalaman kuliah perdana kami. Kami yang sudah beberapa kurun waktu tidak aktif masuk perpustakaan karena sudah beralih menggunakan akses e-book, akhirnya pun meng-aktifkan kembali kartu anggota perpustakaan kami untuk mencari referensi yang belum kami punya dan belum kami temukan di e-book.

Al hamdulillah dengan model kuliah Prof. Dr. Nur Syam ini, akhirnya kami berhasil mengaktifkan blog dan kartu anggota perpustakaan.

Semoga model kuliah ini menginspirasi kami dan untuk giat membaca dan menulis juga mem-publish karya tulisan kami. Sebagaimana Prof. Dr. Nur Syam yang telah berhasil mem-publish ribuan tulisan beliau di blog beliau.